Minggu, 25 April 2010

Me-Backup dan Me-Restore Data

3 Cara Mem-BackUp dan Mengembalikan Data Penting Dalam Windows XP

Ada beberapa area penting dari data sistem yang dapat menyebabkan masalah serius untuk sebuah komputer ketika mereka terkorupsi. Untuk kasus seperti ini, sangat penting untuk memiliki cadangan untuk semus file atau sebuah cara untuk kembali ke keadaan sebelumnya.

Registry adalah bagian pusat dari sebuah data sistem dan salah satu yang sering menjadi sebab permasalahan. Berisikan semua informasi mengenai software, driver, plugins, update, dan lain-lain. Setelah ratusan perubahan akibat dari penambahan software, dirubah atau dihapus, kerusakan dan kesalahan dalam pemasukan registry. Semua ini akan membuat komputer menjadi lambat atau bahkan menjadi tidak stabil.

Ada 3 cara untuk mencadangkan registry, dua diantaranya bersama dengan data sistem yang penting.

1. Mengekspor Registry Keys Tertentu

Jika anda akan membuat perubahan terhadap sebuah registry key tertentu, anda dapat mengekspor atau mengembalikan key ini.

Backup

Klik > Start > Run, ketik > regedit dan klik > OK. Registry editor akan terbuka

Pilih key yang anda ingin cadangkan, klik kanan untuk membuka menu dan klik > Export.


backup and restore xp
Masukkan sebuah nama untuk file REG dan simpan dalam sebuah tempat yang aman. Dengan cara yang sama anda dapat mengekspor sebuah cabang registry atau secara keseluruhan.
Restore

Untuk mengembalikan, cukup klik dua kali pada file REG dan akan secara otomatis mengganti registry yang ada.

2. Mencadangkan Keadaan Sistem

Windows XP Pro dan versi lainnya memiliki sebuah fitur backup internal, di mana dapat digunakan untuk mencadangkan data sistem yang penting, termasuk file Boot, database COM+ class registration, dan registry.

Backup

Klik > Start > All Programs > Accessories > System Tools > Backup Option.

Backup or Restore Wizard akan terbuka. Klik dan ganti menjadi > Advanced Mode dan buka > Backup.

Pilih file yang anda ingin cadangkan, dalam kasus ini > System State, di mana dapat ditemukan di bawah > My Computer.

backup and restore xp

Pastikan sebuah jalur menunjukkan di bawah > Backup media or file name. Jika bukan ini kasusnya, klik > Browse... dan pilih tujuannya. Anda dapat juga mengganti nama file yang dicadangkan. Lalu klik > Start Backup.

Sebuah layar akan menunjukkan data yang dicadangkan akan muncul. Ubah deskripsi backup dan buat perubahan lebih lanjut. Lalu klik > Start sekali lagi. Proses memakan waktu masksimum 5 menit.

Restore

Untuk mengembalikan sebuah cadangan keadaan sistem, buka Backup or Restore Wizard dalam Advanced Mode seperti dijelaskan di atas.

Ubah menjadi > Restore anda Manage Media. Backup sebelumnya akan ditampilkan. Pilih satu yang ingin dikembalikan dan klik > Restore Backup.

backup and restore windows xp

3. System Restore Point

Ketika anda membuat sebuah point pengembalian sistem, beberapa file akan tersimpan, termasuk file dalam folder Windows File Protection (Dllcache), local user profile, COM+ dan database WMI, IIS metabase, semua file yang dimonitor karena file tambahan dan regisrty-nya.

Dengan sebuah titik pengembalian sistem, anda dapat mengembalikan menjadi keadaan sebelumnya, Ini dapat membantu jika perubahan dalam registry, driver baru atau program baru menyebabkan kerusakkan. Dokumen pribadi, seperti browser bookmarks, e-mail atau foto tidak akan terpengaruh.

Backup <
br>Untuk membuat sebuah titik pengembalian sistem secara manual, klik > Start > Run, ketik > %SystemRoot%\System32\restore\rstrui.exe dan klik OK untuk menjalankan.

Pada layar yang muncul, pilih > Create a restore point dan klik > Next. Pada halaman berikut masukkan sebuah nama untuk titik ini dan klik > Create.
backup and restore registry

Restore

Untuk mengembalikan pengaturan komputer dan sebuah registry sebelumnya, buka System Restore seperti dijelaskan di atas, pilih >Restore my computer to an earlier time dan klik > Next.

Pada halaman berikut, pilih sebuah titik pengembalian sistem terbaru dari kalender dan klik > Next.

backup and restore registry

Halaman Confirm Restore Point Selection akan menampilkan titik pengembalian yang anda pilih. Klik > Next untuk melanjutkan. Komputer anda akan mulai mengembalikan pengaturan Windows XP sebelumnya dan reboot.

Cara Backup dan Restore database di Mysql

Ada beberapa cara untuk backup dan restore database di mysql. Mungkin ini salah satu nya yang biasa saya lakukan yaitu dengan cara manual melalui command line karena menurut saya cara ini lebih sederhana dan efisien. Berikut command nya :

Backup database

  1. Masuk ke cmd.exe dengan cara klik start >> run >> ketik cmd dan klik OK
  2. Tentukan dimana lokasi file bin/mysql.exe dan mysqldump.exe berada. contoh di komputer saya c:wampbinmysqlmysql5.0.51bbin
  3. Dan ketik command mysqldump -u root -p nama_database > name_file_backup.sql
    contoh:
    backup_db_mysql.jpg
  4. Jika sukses, cek langsung ke folder dimana kamu mem-backup nya contoh diatas di c:backup.
Restore database
  1. Untuk restore database langkah 1 dan 2 sama seperti Backup database.
  2. Ketik command mysql -u root -p nama_database <>
    contoh:
    restore_db_mysql.jpg

Cara Backup dan Restore Database SISKO

Berikut akan kita bahas cara Backup dan Restore Database SISKO

Data-data yang telah di Input di menggunakan SISKO adalah suatu yang paling berharga bagi sekolah. Untuk itu kita harus selalu merawatnya. Berikut akan kita bahas cara melakukan Backup data secara berkala dan Cara me-Restore-nya.

Download Backup Restore Database SISKO

Extract File yang telah di download

Copy Folder "ADD ON --- BACKUP_RESTORE_DBSISKO" ke Flash Disk
» kita menggunakan Media Flash disk untuk Proses Backup data, agar apabila sewaktu-waktu Server SISKO down dan harus di ReInstall, data-data SISKO telah terbackup di Flash Disk
» Data SISKO keseluruhan akan tersimpan di Flash Disk, dan dapat di restore setiap saat diperlukan.
» Baca Petunjuk File : README.txt dengan seksama

Melakukan backup/restore DARI SERVER

pasang Flashdisk pada komputer server dan jalankan Prosedur di bawah ini.

Backup Database
---------------
1. Dobel Klik backup.bat
2. akan muncul File Backup dengan Nama : BackupSISKO_{tanggal}_{jam}.sql
Restore Database
----------------
1. Rename File : BackupSISKO_{tanggal}_{jam}.sql menjadi : BackupSISKO.sql
2. Dobel Klik restore.bat
3. akan muncul File Backup sebelum Restore dengan Nama : BackupSISKO_{tanggal}_{jam}.sql

Selamat Mancoba, apabila ada kesulitan silahkan menghubungi support(at)kamadeva(dot)com

(writer : Sonny Pramuditio, editor : )

Langkah mudah backup dan restore data menggunakan norton ghost

Sebagian dari kita, apabila kinerja windows sudah tidak normal lagi, entah itu karena terinfeksi virus, atau karena sebab lain, pastilah kita mengambil langkah install ulang windows untuk solusi terakhir, tentunya setelah semua metode “pengobatan” dilakukan tapi tetap tidak membuahkan hasil. Apabila kita sering melakukan hal ini setiap system komputer kita bermasalah pastilah membosankan bukan ? belum lagi harus menunggu waktu yang lumayan lama sampai komputer siap digunakan lagi, harus install ini dan itu… capek deh… (duh) makanya ada langkah mudah backup dan restore data menggunakan norton ghost

Saat ini banyak solusi alternatif backup data, salah satunya yaitu menggunakan Norton Ghost. Norton Ghost merupakan aplikasi khusus untuk mem-backup data, baik backup harddisk secara keseluruhan maupun salah satu partisi harddisk saja yang selanjutnya disimpan sebagai image/file. Saya biasa menggunakan software norton ghost ini untuk mengobati komputer yang sudah terlalu parah kerusakan system operasinya. Software norton ghost bisa didownload disini.

Mari ikuti langkah mudah untuk backup dam restore data system komputer dengan menggunakan norton ghost sehingga kita tidak perlu lagi install ulang windows dan program aplikasi lagi jika terjadi sesuatu pada system komputer kita

BACKUP DATA MENGGUNAKAN NORTON GHOST

Dalam hal ini yang akan dibackup adalah drive C atau tempat dimana windows Anda diinstal

1. Burning file ISO norton ghost tersebut kedalam CD.
2. Install ulang windows Anda :D
Kok install ulang ? Ya, karena apabila Anda membuat backup data system operasi yang sudah tidak stabil/rusak akan percuma saja. Install ulang dahulu windows Anda, jangan lupa install juga driver hardware Anda serta program aplikasi yang sering Anda gunakan seperti aplikasi office, pemutar audio video, aplikasi compress data, dll. Jangan semuanya, karena akan berdampak pada kapasitas harddisk yang Anda gunakan untuk menyimpan backup file, semakin banyak yang Anda install maka akan semakin besar pula kapasitas harddisk yang Anda gunakan untuk menyimpan file backup.
3. Setelah semua persiapan selesai, restart komputer Anda, dan booting melalui CD yang baru Anda burning
4. Pilih Nomor 2 – Start BootCD
5. Pilih Nomor 2 – Disk Clone Tools
6. Pilih Nomor 2 – Norton Ghost
7. Pilih Nomor 8 – Ghost (Normal)

Setelah ini biarkan saja proses berjalan secara otomatis, jangan memilih pilihan apapun.
8. Muncul jendela Norton Ghost, klik OK
9. Terdapat beberapa pilihan pada menu Local
Disk, untuk backup dan restore data satu harddisk; Partition, untuk backup dan restore data satu partisi; Check, untuk melihat kondisi dari suatu harddisk atau partisi.
Pada masing-masing pilihan diatas, baik yang Disk ataupun Partition, Anda akan menemui pilihan To Disk atau To Partition, backup/restore seluruh harddisk atau salah satu partisi harddisk; To Image, backup/restore ke image (*.gho, *.iso); From Image, backup/restore dari image ke harddisk atau ke suatu partisi harddisk.

Untuk backup data pilih saja Harddisk – To Image atau Partition – To Image, tergantung Anda mau membackup seluruh data harddisk atau salah satu partisi saja.
10. Muncul jendela Select Source, pilih harddisk Anda selanjutnya pilih partisi yang akan di backup (partisi dalam hal ini adalah drive C)
11. Simpan file image kedalam partisi selain drive C, beri nama file, setelah itu klik Save
12. Muncul jendela peringatan Use Compression, pilih saja NO
13. Tunggu hingga proses selesai setelah itu restart komputer Anda

Jangan pernah menghapus file ghost yang baru saja Anda buat, karena suatu saat pasti Anda butuhkan untuk direstore kembali.

RESTORE DATA MENGGUNAKAN NORTON GHOST

Apabila dilain waktu terjadi sesuatu pada sistem windows komputer Anda, dan Anda merasa perlu untuk diinstall ulang lagi, ikuti step by step berikut untuk merestore file backup norton ghost yang sudah Anda buat sebelumnya pada langkah pertama dalam backup data menggunakan norton ghost, caranya :

1. Ulangi langkah nomor 3 – 8 pada proses backup data diatas
2. Masuk ke menu Local, Pilih Partition – From Image
3. Keluar jendela baru, arahkan kepada file ghost yang sudah Anda buat sebelumya
4. Anda diminta untuk memilih partisi mana yang akan menjadi tujuan dari restore file tersebut **dalam hal ini pilih saja partisi drive C atau partisi lainnya selain drive C (bila system windows Anda berada selain di drive C)**
5. Tunggu hingga proses selesai, setelah itu restart komputer Anda

Mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga bermanfaat…

CATATAN TAMBAHAN :
Berikut saya sertakan alternatif link download, sebelumya berada disini. Apabila link download tersebut dirasa cukup besar silahkan download perbagian yang sudah saya pecah menjadi 5 file @15 – 20Mb, 1 file untuk merge/menggabungkan, dan 1 file readme. Silahkan klik link berikut : file1, file2, file3, file4, file5, file_marge, dan README.

Tulisan terkait :

1. Ubah Lokasi “My Documents”
2. The History of Backup
3. Tips melindungi laptop dari serangan virus
4. Yuk berkomputer secara aman
5. Tingkatkan performa komputer dengan software

Cara backup dan restore database blog melalui control panel (Cpanel)

Cara backup dan restore database blog melalui control panel (Cpanel) ini adalah yang paling lengkap dibanding 3 cara backup database yang lain, karena bisa melakukan backup dan restore keseluruhan isi blog tidak hanya database saja. Isi blog yang lain maksudnya seperti pengaturan themes, plugin, gambar dan file-file lain yang ada di hosting kita. Kekurangan cara backup dan restore database blog melalui control panel (Cpanel) ini karena harus dilakukan secara manual dan harus login ke hosting.
Langkah-langkah backup database blog melalui control panel (Cpanel):

1. Login ke Control Panel hosting yang kita punya. Contoh yang diberikan di sini menggunakan justhost, namun sebagian besar hosting menggunakan CPanel yang sama jadi tampilannya tidak akan jauh berbeda.
2. Pada tampilan CPanel, klik “Backups” atau “BackUp Wizard“. Pilih backup wizard kalau di hosting kita ada, karena lebih mudah.
Klik Database Wizard

Klik Database Wizard
3. Klik “Backup” pada bagian “Backup/Restore“.
Klik Backup pada bagian Backup/Restore

Klik Backup pada bagian Backup/Restore
4. Pada bagian “Full or Partial Backup” pilih “Full Backup” untuk backup keseluruhan isi hosting kita. “MySQL Databases” untuk backup database saja atau “Home Directory” untuk backup keseluruhan isi blog kita.
Pilih Full Backup pada bagian Full or Partial Backup

Pilih Full Backup pada bagian Full or Partial Backup
5. Klik “Download or Generate a Full Website Backup” yang akan membuat file backup untuk didownload.
6. Download file tersebut ke hardisk komputer kita.
Klik generate full backup

Klik generate full backup
download backup ke hardisk komputer lokal

download backup ke hardisk komputer lokal
7. Bila hanya ingin backup database pilih database blog yang ingin kita backup, dan download file database tersebut ke hardisk komputer kita.
download database ke komputer

download database ke komputer

Langkah-langkah restore database blog melalui control panel (Cpanel):

1. Ikuti langkah 1 – 2 di atas.
2. Klik “Restore” pada bagian “Backup/Restore“
3. Pada bagian “Select restore type” pilih “MYSQL Databases” jika kita ingin mengembalikan database saja. Atau pilih “Home Directory” jika kita ingin mengembalikan kondisi keseluruhan isi blog kita.

Pilih Home Directory pada bagian Select Restore Type

Pilih Home Directory pada bagian Select Restore Type
4. Pada bagian “Final Step Restore“, masukkan lokasi file database backup yang telah kita download pada cara backup diatas atau cara backup database yang lain dan klik “Upload“.

Upload database yang telah di backup

Upload database yang telah di backup

Kesimpulan dan TIPS tambahan

Cara backup dan restore database blog melalui control panel (Cpanel) ini paling baik bila kita berpindah antar hosting berbayar atau bila kita melakukan reinstalasi wordpress di hosting kita. Cara ini sebaiknya dilakukan sebulan sekali dan pilih backup Home Directory, karena file backupnya yang cukup besar apalagi bila dalam satu hosting kita mempunyai banyak blog. Sedangkan untuk backup harian, kita bisa gunakan cara backup database dengan menggunakan plugin.
Make Money Dari Blog @ Cara Backup-Restore Database Blog Melalui CPanel

Tags: backup database, backup wordpress, cara backup, control panel, CPanel, database wordpress, full backup

Backup dan Restore Database dengan PHPMyAdmin

PHPMyAdmin merupakan salah satu tools administrasi database MySQL yang sangat populer saat ini. Memiliki banyak kelebihan antara lain open source, berbasis web sehingga dapat diakses dari manapun, memiliki fitur administrasi database yang lengkap serta mendukung berbagai bahasa (lebih dari 50 bahasa). Untuk menggunakan PHPMyAdmin, kita dapat meng-install-nya dengan mudah di komputer kita. Di sebagian besar penyedia hosting seperti Hostgator tempat hosting situs ini, PHPMyAdmin juga tersedia.

Nah, salah satu fitur PHPMyAdmin yang sangat berguna dalam mengatur database MySQL adalah fasilitas Backup dan Restore. Proses backup merupakan proses mengeluarkan dan menyimpan seluruh atau sebagian object dalam database. Sedangkan proses restore merupakan proses dimana memasukkan kembali file yang sudah dibackup ke sistem dalam database. Istilah lain dari backup adalah export atau dump, sedangkan restore sama artinya dengan import.

Dalam tutorial ini akan diuraikan mengenai langkah-langkah melakukan backup dan restore terhadap suatu database. Untuk mencoba tutorial ini diasumsikan bahwa Anda dapat mengakses PHPMyAdmin dan sudah memiliki database yang akan dibackup. Backup dan restore akan dilakukan melalui format SQL (Structure Query Language).
Backup Database

Langkah-langkah untuk melakukan Backup sebagai berikut

1. Buka PHPMyAdmin dan aktifkan database yang akan dibackup melalui panel “Database” di sebelah kiri layar (1). Pilih tab ‘Export’ yang terdapat pada panel utama (2).
Langkah 1

Langkah 1
2. Pada halaman export, (1) pilih tabel yang akan dibackup, (2) pilih format backup yang diinginkan, dalam hal ini pilih SQL, lalu atur beberapa pilihan eksport seperti pilihan untuk struktur data (3) dan pilihan untuk data (4). Berikut ini penjelasan singkat beberapa pilihan (opsi) yang dapat diatur:

Langkah 2

Langkah 2
* Structure, pilih / check jika kita ingin membackup struktur dari tabel.
* Add DROP TABLE / DROP VIEW, pilih / check jika kita ingin menghapus tabel atau view secara otomatis jika ternyata sudah ada di database saat dilakukan proses restore (replace).
* Add IF NOT EXISTS, pilih / check jika kita ingin menambahkan tabel / view hanya jika tabel di database belum ada.
* Enclose table and field names with backquotes, pilih / check jika kita ingin menambahkan backquote (`) pada nama tabel dan field. Hal ini diperlukan jika terdapat nama tabel atau field yang mengandung karakter khusus seperti spasi.
* Data, pilih / check jika ingin membackup data dari tabel
* Maximal length of created query, isikan dengan nilai maksimal jumlah query yang dihasilkan. Hal ini diperlukan untuk membatasi agar file yang dihasilkan tidak terlalu besar.
3. Masih di halaman export, langkah selanjutnya adalah menentukan hasil backup akan ditampilkan di layar atau disimpan dalam file. Pilih / check pilihan “Save File As” jika ingin menyimpan hasil backup dalam file (1) dan tentukan nama file serta pilihan kompresi (2) dari file yang dihasilkan. Pilih tombok OK untuk memulai proses Export.
Langkah 3

Langkah 3

Restore Database

Restore

Restore

1. Sebelum melakukan proses restore (import) database, pastikan bahwa kita sudah memiliki file yang akan direstore. Buka PHPMyAdmin dan aktifkan database tujuan proses restore. Jika database belum ada, buat terlebih dahulu database tersebut.
2. Pilih tab “Import” pada panel utama. Pada window import, pilih file SQL yang akan di-restore, tentukan beberapa opsi dan tekan tombol OK yang berada di bagian bawah.
3. Akan ditampilkan pesan bahwa proses import / restore berhasil. Periksa hasil import database dan pastikan semuanya sudah ter-import dengan baik.

Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar